Kanesh vs Appwrite
Appwrite adalah backend cloud lengkap dengan banyak layanan. Kanesh adalah satu container kecil yang fokus pada data, API, dan MCP.
| Kanesh | Appwrite | |
|---|---|---|
| Lisensi | Core AGPL-3.0; 1 workspace gratis, workspace tak terbatas + asisten AI $9/bulan per instalasi | BSD-3-Clause |
| Bentuk self-host | Satu container, sekitar 8,9 MB | Stack Docker Compose multi-container |
| Proyek | Banyak workspace per instalasi | Banyak proyek per instance |
| Database | SQLite, PostgreSQL, MySQL | Dikelola oleh platform |
| Layanan | Data, REST, GraphQL, MCP | Auth, database, storage, functions, messaging, realtime, hosting |
| Agent AI | Endpoint MCP read-only | MCP dan tooling agent |
| Kematangan | Baru, rilis stabil pertama | Platform produksi |
Pilih Appwrite kalau
Kamu ingin satu platform untuk auth, storage, functions, dan realtime, dan sanggup menjalankan stack yang lebih besar.
Pilih Kanesh kalau
Kamu hanya butuh lapisan data, ingin memakai database SQL sendiri, dan peduli bisa jalan di server sekecil mungkin.
Workflow dan functions ada di roadmap Kanesh, jadi selisih soal logika di sisi server diharapkan makin kecil.